Halo semuanya, minggu lalu saya bersama sepupu menjajal resto steak baru dekat rumah yang bernama Steak ‘O Steak. Resto ini baru saja buka disekitar bulan April 2019 lalu.

Agak kaget karena ternyata mulai banyak yang ‘melirik’ daerah kami sebagai pangsa pasarnya. Sebagai warga lokal yang tahu banget karakteristik warga daerah sini cukup kagum dengan keberanian brand-brand baru yang mulai menjajakan pasarnya di sini. Karena daerah sini terkenal dengan harga makanan lokal yang murah-murah, tapi perlu diakui sih semenjak tahun 2011-an atau ketika komplek perumahan Mekar Wangi mulai membuka akses jalan tembus Cibaduyut-Moh.Toha membuat ekonomi disini meningkat. Jadi, itulah fungsinya infrastruktur ya saudara-saudara. Loh, kok malah kuliah. Haha.

Back to the topic. Jadi semenjak dibuka, resto ini cenderung sepi peminat. Karena hal-hal yang saya sebutkan sebelumnya, juga karena kompetitornya sang pelopor steak tepung, Waroeng Steak and Shake baru saja melebarkan cabangnya ke daerah sini. Jadi rata-rata orang memilih ke tempat yang sudah jelas kredibilitasnya. Tapi ternyata bulan ramadhan kemarin membawa keberuntungan untuk mereka, restonya ramai pengunjung. Akhirnya minggu lalu saya mencoba untuk pertama kalinya.

Untuk varian menu di Steak ‘O Steak ini beragam sekali. Bukan cuma steak tapi ada juga ayam goreng tepung lengkap dengan paketnya. Konsepnya itu perpaduan resto steak dan ayam goreng cepat saji.

Karena ia mengklaim sebagai the best steak in the town, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba (dan membandingkan) steak tepung di sini dengan di WS.

Saya pesan Sirloin Steak Crispy dengan Saus Original. Proses pesan di sini juga mirip seperti di WS. Kita pesan dan bayar langsung di kasir, dan makanan akan diantarkan oleh pramusaji. Cukup lama menunggu makanan datang, sekitar 25 menitan.

Sirloin Crispy Double with Original Sauce

Ketika datang saya kaget banget karena steaknya besar sekali. Saya hitung ada 3 pcs steak diatas hotplate saya. Sebagai anak yang doyan makan, tentu saja saya senang!! Hihi. Sausnya disajikan terpisah, sehingga memberikan pilihan ke pengunjung mau menggunakan metode apa untuk makannya. Hehe. Saya sendiri pilih metode cocol, sedangkan sepupu dan tante team tuang.

Chicken Steak Double Sauce Barbeque

Kesan pertama mencoba Steak ‘O Steak ini agak bingung, karena kulitnya krispi banget sampai terdengar suara kriuknya, daging sirloinnya juga jadi ikutan welldone.

Untuk perpaduan antara daging dan tepung cukup seimbang, tapi menurut saya tepungnya terlalu keras, saya pernah makan katsu yang isi dagingnya tipis banget setipis kertas. Untung saja tidak dengan Steak ‘O Steak ini.

Ternyata dari ketiga steak tepung yang tersaji dimeja saya, salah satunya merupakan bagian lemak/gajih yang saya tebak sih mungkin bagian lemak di iga. Untung saya makan ketika masih hangat, kebayang kan lemak kalau dimakan ketika mulai dingin rasanya pasti gak enak dan bikin eneg.

Secara keseluruhan saya suka sama steaknya, bagian lemaknya juga saya suka! Karena saya memang lebih suka bagian daging merah yang berlemak, juicy! Hanya saja tepungnya terlalu banyak dan terlalu krispi, sampai-sampai bagian luarnya ini keras kayak tepung gorengan. Untuk sausnya, saya sarankan pilih yang rasa Barbeque, karena saus yang saya pilih saus Original itu kurang rasanya, alias hambar.

Untuk harganya terhitung murah, Steak Sirloin Crispy Double dengan minum es teh manis hanya menghabiskan sekitar Rp35.000 saja. Lengkapnya bisa cek menu dibawah.

Daftar menu Steak O’Steak Mekar Wangi Bandung

***

Apakah saya tertarik untuk kembali lagi? Sepertinya iya, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Saya lebih suka steak tepung dan saus khas dari Waroeng Steak soalnya. Hehe.

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *